Perayaan Kamis Putih adalah salah satu perayaan penting dalam Gereja Katolik yang merayakan dua peristiwa utama: Perjamuan Terakhir Yesus Kristus dengan para murid-Nya sebelum menderita di salib dan institusi Sakramen Ekaristi. Perayaan ini jatuh pada hari Kamis sebelum Minggu Paskah.

Secara teologis, Kamis Putih memperlihatkan rahmat besar yang diberikan oleh Yesus kepada umat manusia melalui Ekaristi. Ketika Yesus mengadakan Perjamuan Terakhir, Dia memberikan diri-Nya sebagai kurban yang sempurna untuk menebus dosa-dosa umat manusia. Dalam memecahkan roti dan memberikan anggur kepada para murid-Nya, Yesus menginstitusikan Sakramen Ekaristi, yang memberikan kehadiran-Nya yang nyata kepada umat-Nya melalui roti dan anggur yang diubah menjadi tubuh dan darah-Nya.
Injil Matius 26:26-28: "Kemudian, ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya, dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, serta berkata, 'Ambillah, makanlah, ini adalah tubuh-Ku.' Lalu Ia mengambil cawan, mengucap syukur, memberikannya kepada mereka, serta berkata, 'Minumlah semua dari padanya, sebab inilah darah-Ku, darah Perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.'"
1 Korintus 11:23-26: "Sebab pada malam itu Tuhan Yesus mengambil roti, dan setelah Ia mengucap berkat, Ia memecah-mecahkannya serta berkata, 'Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini sebagai peringatan akan Aku.' Demikian juga, setelah makan, Ia mengambil cawan, lalu berkata, 'Cawan ini adalah Perjanjian baru dalam darah-Ku; setiap kali kamu minum dari cawan ini, lakukanlah itu sebagai peringatan akan Aku.' Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum dari cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang."
Perayaan Kamis Putih juga menegaskan pentingnya kesatuan umat Kristen dalam mengenang pengorbanan Yesus di salib dan menerima Ekaristi sebagai sumber kehidupan rohani. Oleh karena itu, perayaan ini merupakan momen yang sangat sakral dan penting dalam kalender liturgi Gereja Katolik.
By. Paul T.
Komentar